Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

TI dan User-User Menggila di Tembelok-Keranggan, Dugaan Pembiaran Polres Bangka Barat Dipertanyakan

Aktivitas tambang timah kembali marak di perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Pantauan media, Sabtu (12/9/2026), mendapati bukan hanya TI apung, tetapi sejumlah user-user juga kembali beraktivitas di kawasan tersebut.

Aktivitas yang diduga ilegal itu disebut berlangsung siang hingga malam. Sebagian bahkan memilih bekerja hingga dini hari dengan pola kucing-kucingan untuk menghindari patroli.

Kondisi tersebut semakin memunculkan dugaan pembiaran oleh Polres Bangka Barat. Sebab, aktivitas di kawasan yang sama disebut telah beberapa kali ditertibkan, tetapi kembali berjalan.

Ketua RW setempat, Duloh, mengatakan para penambang biasanya mulai beraktivitas selepas Isya hingga dini hari.

“Biasanya selepas Isya, bahkan ada yang mulai jam 01.00 WIB malam. Mereka sudah bekerja. Pokoknya semalaman mereka kucing-kucingan,” ujarnya, Jumat (11/9).

Informasi yang dihimpun di lapangan juga menyebut sejumlah user-user diduga dikondisikan oleh oknum warga sehingga dapat kembali beroperasi di perairan Tembelok-Keranggan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: jika aktivitas tersebut ilegal, mengapa bisa kembali bekerja setelah berulang kali dilakukan penertiban?

Dugaan pembiaran pun menjadi sorotan. Polres Bangka Barat perlu menjelaskan apakah aktivitas tersebut diketahui, ditindak, atau justru dibiarkan berlangsung.

Sebab, kalau penertiban hanya menghentikan aktivitas sementara, kemudian TI dan user-user kembali bekerja, masyarakat berhak mempertanyakan siapa yang sebenarnya membiarkan.

Kini publik menunggu langkah tegas Polres Bangka Barat untuk mengungkap bukan hanya pekerja di laut, tetapi juga oknum yang diduga mengondisikan, pemodal, pengurus, dan pihak yang menampung hasil tambang.

Eko Saputra
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak