Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Akbar dan RZ Di Duga Menjadi Dalang dalam penyelundupan bijih Timah di pantai tuing

BANGKAKRIMINAL.WEB.ID
BANGKA, PANTAI TUING MAPUR, KEC, RIAU SILIP.
Aktor intelektual dan pemilik modal, di balik jaringan penyelundupan bijih Timah dari wilayah Bangka. termasuk di pantai tuing Yang di cegat di perairan Natuna, masih menjadi fokus pengejaran intensif oleh tim penyidik gabungan kantor wilayah DJBC khusus kepulauan Riau dan kepolisian.

Penyelidikan kasus penangkapan 12 ton bijih Timah ilegal, pada 24 September 2026 memicu sorotan publik yang mendesak aparat agar tidak hanya berhenti pada penindakan Kru lapangan (ABK).

Publik mengkritik bahwa penangkapan laut sering kali hanya mengorbankan pekerja upahan di kapal, sementara bos besar atau pemodal utama yang sanggup membeli armada kapal cepat seharga miliaran rupiah kerap bersembunyi di balik layar atau melarikan diri ke luar kota.

Akbar kudai di sebut sebut dalam berbagai laporan sebagai salah satu aktor intelektual, atau nama yang mencuat di balik dugaan penyelundupan bijih Timah ilegal di kawasan pantai tuing Riau silip kabupaten Bangka. Selain nama tersebut, kasus Penyelundupan timah di pantai tuing juga sempat menyeret inisial pengusaha lain seperti RZ.

Keterkaitan jaringan bijih Timah ilegal yang di tambang secara non-resmi di Bangka di kumpulkan oleh kolektor gelap, lalu di bawa ke pesisir seperti pantai tuing. Dari pantai tersebut, timah di larikan lewat laut menuju arah Utara (melewati laut Natuna) Untuk keluar dari teritorial Indonesia demi mengejar harga jual yang jauh lebih tinggi di pasar internasional.

Modus operandi pantai tuing Yang terletak di kecamatan Riau silip, kabupaten Bangka, Di kenal sebagai salah satu titik rawan (jalur tikus) pengumpulan dan pemuatan bijih Timah ilegal. Para pelaku memanfaatkan wilayah pesisir sepi ini, untuk memindahkan timah dari darat ke armada kapal cepat (speed boat hantu) pada malam hari.

Publik pun mengharapkan ketegasan pada aparat kepolisian dan TNI Al, Segera mengambil tindakan tegas terhadap aktor intelektual yang di sebutkan Akbar dan RZ.

(BANGKAKRIMINAL.WEB.ID/EKO)
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak